Rabu, 30 Oktober 2019

Pengertian FDMA,TDMA,CDMA dan Gambarnya

FDMA

FDMA adalah sistem multiple access yang menempatkan seorang pelanggan pada sebuah kanal berbentuk pita frekuensi (frequency band) komunikasi. Jika satu pita frekuensi dianggap sebagai satu jalan, maka FDMA merupakan teknik “satu pelanggan, satu jalan”.

Pada saat pelanggan A sedang menggunakan jalan itu, maka pelanggan lain tidak dapat menggunakan sebelum pelanggan A selesai. Jadi, kalau dalam waktu yang bersamaan ada 100 pelanggan yang ingin berkomunikasi dengan rekannya, maka sudah tentu diperlukan 100 pita frekuensi.

Kalau setiap pita memerlukan lebar 30 Kilo Hertz (kHz) dan frekuensi yang digunakan berawal dari 890 Mega Hertz (MHz), maka:

  • Pita frekuensi kanal 1 mulai dari 890 MHz hingga 890,030 Mhz
  • Pita frekuensi kanal 2 mulai dari 890,030 MHz hingga 890,060 MHz
  • Pita frekuensi kanal 3 mulai dari 890,060 MHz hingga 890,090 MHz dan seterusnya.
Sedangkan lebar total seluruh pita yang digunakan adalah:
100 x 30.000 Hz = 3.000.000 Hz = 3 MHz.
Artinya, jika frekuensi yang digunakan mempunyai batas bawah 890 MHz, maka batas atasnya adalah 893 MHz.

Akan tetapi, frekuensi yang tersedia untuk komunikasi bergerak dibatasi oleh peraturan yang ada karena frekuensi-frekuensi lain pasti digunakan untuk jatah keperluan yang lain pula. Sementara jatah frekuensi yang ada pun harus dibagi antarpenyelenggara telepon seluler.

Oleh karena itu, untuk memperbanyak kapasitas dengan jumlah kanal yang terbatas, digunakan trik-trik tertentu sesuai dengan strategi si penyelenggara.

TDMA

Berbeda dengan FDMA yang memberikan satu pita frekuensi untuk dipakai satu pelanggan, TDMA memberikan satu pita frekuensi untuk dipakai beberapa pelanggan. Jadi kanal-kanal komunikasi dirupakan dalam bentuk slot-slot waktu. Slot waktu adalah berapa lama seorang pelanggan mendapat giliran untuk memakai pita frekuensi.

Satu slot waktu digunakan oleh satu pelanggan. Slot-slot waktu ini dibingkai dalam satu periode yang disebut satu frame. Jadi misalkan ada 10 pelanggan yang masing-masing adalah A, B, C, D, E, F, G, H, I, dan J, maka dalam satu frame terdapat 10 slot waktu yang merupakan giliran tiap pelanggan untuk menggunakan pita frekuensi yang sama.

Proses komunikasi multi-access dilakukan dengan menjalankan frame ini berulang- ulang sehingga akan muncul urutan giliran pemakaian saluran seperti: A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-A-B-C-D- E-F-G-H-I-J-A-B-C-dan seterusnya. Tentu saja harus ada pembatasan jumlah pelanggan yang menggunakan satu pita frekuensi ini. Jika tidak dibatasi, periode frame akan terlalu panjang dan akibatnya timbul komunikasi terputus-putus yang mengganggu pembicaraan.

Karena sifatnya yang tidak kontinyu (tidak terjadi pemakaian pita frekuensi terus menerus oleh satu pelanggan dalam satu periode pembicaraan), maka teknik TDMA hanya dapat mengakomodasi data digital atau modulasi digital. Sehingga sinyal-sinyal analog yang akan dikirim, harus diubah menjadi format digital dahulu.

CDMA

Teknik CDMA adalah temuan yang lebih baru dibandingkan dengan FDMA dan TDMA. Teknik CDMA berawal pada tahun 1949 ketika Claude Shannon dan Robert Pierce (yang banyak jasanya untuk kemajuan teknologi telekomunikasi saat ini) menyampaikan ide dasar CDMA.

Teknik ini merupakan temuan yang brilian karena kanal yang satu dengan lainnya tidak dibedakan dari frekuensi/FDMA atau waktu/TDMA yang secara awam lebih mudah dipahami, melainkan dengan perbedaan kode. Jadi pada CDMA, seluruh pelanggan menggunakan frekuensi yang sama pada waktu yang sama.

CDMA (juga disebut DSSS/ direct sequence spread spectrum) merupakan salah satu dari dua jenis teknik murni spread spectrum multiple access (SSMA). Jenis lainnya dikenal sebagai FHMA (frequency hopping spread spectrum). Kedua jenis ini tergolong SSMA karena sinyalnya tersebar (spread) pada spektrum pita frekuensi yang lebar.

Pada CDMA, penyebaran sinyal diperoleh akibat proses perkalian data input (yang mempunyai waktu perubahan lambat) dengan kode PN (yang mempunyai waktu perubahan cepat).

Walaupun pita frekuensinya lebar, tegangan sinyal yang dihasilkan sangat kecil, menyerupai noise (bising) yang selalu menyertai gelombang radio. Sehingga apabila dimonitor oleh penerima lain, sinyal yang dipancarkan oleh pengirim berbasis CDMA hanya berupa noise (seolah-olah menunjukkan ketiadaan sinyal pancar) yang tidak mengganggu sinyal lain.

Sifat CDMA yang lain adalah kemampuannya untuk tahan terhadap jamming (penutupan oleh sinyal yang lebih kuat) pada pita frekuensi sempit. Hal ini terjadi karena jamming pada pita frekuensi sempit itu tidak akan mengganggu sinyal-sinyal CDMA yang tersebar di pita frekuensi lain.

Hasil gambar untuk gambar fdma cdma tdma

Rabu, 23 Oktober 2019

Pengertian Jarlokat , jarlokaf , Jarlokar

A. Pengertian Jaringan Akses
Adalah jaringan transmisi yang menghubungkan antara terminal pelanggan dengan sentral local.
Macam-macam Jaringan Akses :
1. Jaringan Local Akses Tembaga ( Jarlokat )
Adalah suatu bentuk jaringan akses yang konfigurasinya dimulai dari terminal blok vertical pada Main DISTRIBUTION Frame ( MDF ) atau sering disebut rangka pembagi utama.
Untuk meningkatkan kemampuan teknologi Jarlokat dilakukan dengan dua cara yaitu :
a. Jarlokat Murni
Adalah Jarlokat yang opersinya tidak menggunakan tambahan perangkat aktif.
b. Jarlokat tidak Murni
Adalah Jarlokat yang dalam operasinya menggunakan tambahan perangkat aktif lainnya untuk meningkatkan performansinya.
Tujuan penambahan perangkat adalah untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan jaringan kabel tembaga yaitu berupa : 
Penggandaan saluran (Pair Gain)
X-DSL meliputi :
§  HDSL ( High bit rate Digital Subcriber Line ) merupakan teknologi aplikasi pada jaringan local tembaga untuk menyalurkan layanan 2 Mbps Data dan Voice.  Jarak jangkauan HDSL ialah :
ü  4 km untuk kabel berdiameter 0,4 mm
ü  6 km untuk kabel berdiameter 0,6 mm
ü  8 km untuk kabel berdiameter 0,8 mm
Service yang dapat dilayani dengan perangkat HDSL
ü  2 Mbps data service
ü  ISDN : dapat mengirim suara dan data secara bersamaan
ü  Video conference
ü  Hubungan antar LAN
§  ADSL ( Asymetric Digital Subcriber Line )adalah untuk menyalurkan signal video digital melalui jaringan kabel tembaga. Jenis layanan yang dapat di support oleh ADSL meliputi :
ü  Video on Demand
ü  Permainan (games )
ü  Interaktif Education
ü  Penyaluran berita elektronik
§  VDSL ( Very high bit rate Digital Subcriber Line ) adalah perangkat aktif di jaringan akses pelanggan yang di pergunakan untuk mendukung implementasi layanan multimedia pada jaringan broadband dengan menggunakan satu pair kabel tembaga.

2. Jaringan Lokal Akses Fiber ( Jarlokaf )
Adalah jaringan transmisi yang menghubungkan sentral local ke arah terminal pelanggan dengan menggunakan media transmisi serat optik.
Kelebihannya ialah :
  •   Tidak mudah disadap
  •  Bebas interferensi
  • Kapasitas besar sehingga sangat di gunakan di kota-kota besar (daerah bisnis) dan membutuhkan layanan yang beragam 

Kekurangannya ialah :
  • Mudah patah
  • Penyambungannya sulit
  • Rentan terhadap gangguan fisik

Layanan yang dapat di support oleh Jarlokaf :
  • POTS ( Plain Old Telephoni Service )
  • ISDN Basic Rate Acces
  • 2.048 Mbps digital leased line
  • Melayani broadcast dan video on demand

3. Jaringan Local Akses Radio ( Jarlokar )
Adalah menyediakan sambungan antara pelanggan dengan sentral local menggunakan teknologi radio secara total atau parsial, digunakan untuk mempercepat ketersedian jaringan lokal sehingga dapat mempercepat layanan terutama daerah yang kompetitif.
Kelebihan penggunaan jarlokar dibanding dengan jaringan fisik ialah :
  • Tidak mudah disadap
  • Mempunyai fleksibelitas tinggi
  • Dapat menjangkau daerah yang sulit dijangkau dengan jaringan fisik sehingga sangat cocok untuk daerah pedesaan atau daerah terpencil
  • Instalasi cepat
Kelemahan penggunaan jarlokar :
  • Gangguan propogasi radio ( loss, interferensi dll )
  • Memerlukan catuan listrik pada perangkat pelanggan
Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian informasi, dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam kaitannya dengan "telekomunikasi" bentuk komunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga macam:
  • Komunikasi Satu Arah (Simplex). Dalam komunikasi satu arah (Simplex) pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh: Pagertelevisi, dan radio.
  • Komunikasi Dua Arah (Duplex). Dalam komunikasi dua arah (Duplex) pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh: Telepon dan VOIP.
  • Komunikasi Semi Dua Arah (Half Duplex). Dalam komunikasi semi dua arah (Half Duplex) pengirim dan penerima informasi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan. Contoh: Handy TalkieFAX, dan Chat Room.

Komponen dasar[sunting | sunting sumber]

Untuk bisa melakukan telekomunikasi, ada beberapa komponen untuk mendukungnya yaitu:
  • Informasi: merupakan data yang dikirim/diterima seperti suara, gambar, file dan tulisan.
  • Pengirim: mengubah informasi menjadi sinyal listrik yang siap dikirim.
  • Media transmisi: alat yang berfungsi mengirimkan dari pengirim kepada penerima. Karena dalam jarak jauh, maka sinyal pengirim diubah lagi (dimodulasi) dengan gelombang radio, kemudian diubah menjadi gelombang elektromagnetik dan dipancarkan dengan alat bernama antena, agar dapat terkirim jarak jauh.
  • Penerima: menerima sinyal elektromagnetik kemudian diubah menjadi sinyal listrik, sinyal diubah kedalam informasi asli sesuai dari pengirim, selanjutnya diproses hingga bisa dipahami oleh manusia sesuai dengan yang dikirimkan.

Analog dan digital[sunting | sunting sumber]

Dalam mengubah informasi menjadi sinyal listrik yang siap dikirim, ada dua cara pengiriman yang dipakai:
Pertama adalah sinyal analog, mengubah bentuk informasi ke sinyal analog dimana sinyal berbentuk gelombang listrik yang kontinyu (terus menerus) kemudian dikirim oleh media transmisi.
Kedua adalah sinyal digital, dimana setelah informasi diubah menjadi sinyal analog kemudian diubah lagi menjadi sinyal yang terputus-putus (discrete). Sinyal yang terputus-putus dikodekan dalam sinyal digital yaitu sinyal "0" dan "1".
Dalam pengiriman sinyal melalui media transmisi, sinyal analog mudah terkena gangguan terutama gangguan induksi dan cuaca, sehingga di sisi penerima sinyal tersebut terdegradasi. Sementara untuk sinyal digital tahan terhadap gangguan induksi dan cuaca, selama gangguan tidak melebih batasan yang diterima, sinyal masih diterima dalam kualitas yang sama dengan pengiriman.

Perkembangan sistem telekomunikasi[sunting | sunting sumber]

Sejak ditemukan telepon oleh Antonio Meucci, telekomunikasi telah berkembang pesat, bahkan bisa jadi tercepat diantara sistem lain. Terutama setelah ditemukan transistorIntegrated Circuit (IC), sistem prosesor, dan sistem penyimpanan.